the sinking of nokia

Be A Rock Star in The New Wave Marketing Era

Nokia Calling All InnovatorsMerujuk kepada salah satu artikel di Surfing The New Wave Marketing, Nokia patut diacungi jempol karena telah mentransformasikan produk yang dimilikinya menjadi sebuah Co-Creation. Produk sebagai salah satu elemen Marketing-Mix di era Legacy Marketing cenderung statis, bersifat satu arah, dan berasal dari satu sumber (produsen). Namun, di era New Wave Marketing Co-Creation maknanya cenderung lebih dinamis, bersifat interaktif, dan berasal dari multi-sumber.

Nokia melakukannya dengan Communicator yang pengembangannya mendapat masukan dari komunitas konsumen. Berbagai komponen dan fitur ponselnya juga bisa berasal dari multi-sumber, bukan dari satu produsen. Desainnya bisa dari Eropa, komponen-komponennya dari Cina, sementara aplikasinya buatan Amerika.

Bahkan belakangan ini Nokia melibatkan konsumen dengan komunitas developer dari seluruh dunia lewat Forum Nokia. Di sini Nokia membuka dirinya dan membekali apa yang diperlukan komunitas untuk dapat mengembangkan dan menyempurnakan teknologi dan fitur-fitur yang dikembangkan. Seperti mengoutsourcekan komunitas ini untuk menjadi bagian unit R&D. Di forum ini anggota komunitas bisa berdiskusi, berbagi pengetahuan dan pengalaman, dan menunjukkan kemampuan membuat aplikasi untuk Nokia lewat papan diskusi, wiki, blog, klinik, dan juga newsletter bulanan. Interaksi juga dilanjutkan dengan adanya event yang eksperiensial, konferensi, dan kompetisi.

the sinking of nokiaNamun, keberhasilan Nokia merangkul konsumennya tidak terbukti pada kinerjanya secara keseluruhan. Berbagai berita buruk datang dari Nokia tahun ini. Mulai dari terpangkasnya keuntungan dan pangsa pasar, perampingan karyawan, harga saham yang jatuh, dan ulasan jelek tentang produk yang baru diluncurkannya. Nokia menangkisnya dengan alasan badai krisis global dan persaingan baru di kelas ponsel high-end dengan iPhone dari Apple dan Blackberry dari RIM yang tampaknya telah merebut hati banyak konsumen.

Berita-berita yang mengejutkan dari produsen ponsel nomor satu di dunia selama lebih dari satu dekade. Nokia kini bagaikan seorang pemain yang bermain defensif. Karena hanya merespon apa yang pemain lain lakukan. Ironis karena sebelumnya Nokia selalu menjadi yang memiliki visi besar, ide hebat, dan dana besar untuk membiayai inovasinya. Nokia bagai kehilangan DNA nya.

Padahal di era New Wave Marketing, yang menjadi nyawa perusahaan adalah codification dari DNA-nya. Kode DNA inilah yang dicari konsumen. Kredibilitas produk, merek, dan perusahaan. Bukan sekedar diferensiasi dan keunikan, tetapi kode DNA yang asli dan tidak bisa ditiru oleh para pesaing. Yang membuat komunitas menghargai Anda. Tentunya jika konsumen menganggap apa yang ditawarkan sebagai tiruan atau palsu akibatnya adalah kehilangan kredibilitas, konsumen, dan pada akhirnya penjualan pun akan turun. Ini sebabnya mempertahankan DNA dan membangun orisinalitas penting dilakukan.

Sedangkan pesaing baru bisa bermunculan kapan saja dengan meniru keunggulan-keunggulan yang telah dimiliki. Penyerangan tidak hanya datang dari pesaing, tetapi juga konsumen, dan para change agents. Pendapat mereka di media jejaring sosial bisa dengan mudah mempengaruhi konsumen lain untuk mendapatkan persepsi yang salah tentang Anda.

Mungkin belum terlambat bagi Nokia walau sempat menjadi kacang yang lupa akan kulitnya. Nokia bisa mengambil langkah strategik untuk menjaga kredibilitas perusahaannya lewat komunitas. Karena dengan bergabung dan menghorisontalkan diri dengan komunitas konsumen, Nokia tidak lagi bekerja sendiri dan mendapatkan dukungan untuk menjaga dan melindungi kredibilitasnya di pasar.

Singkat kata contoh ini membuktikan untuk menjadi seorang rock star di era New Wave Marketing memang tidak boleh mengabaikan semua elemen yang ada di The 12 Cs of New Wave Marketing. Kedua belas C ini adalah Communitization, Confirming, Clarifying, Coding, Crowd-Combo (Co-Creation, Currency, Communal Activation, Conversation), Commercialization, Character, Caring, dan Collaboration.

Posting ini merupakan keikutsertaan sebagai salah satu Bloggers @ MarkPlus Conference 2010. Berupa tanggapan atas artikel “Ketika Konsumen Menjadi Inovator” dan “Menjaga Keutuhan DNA Perusahaan” di Surfing The New Wave Marketing di Kompas.com

4 thoughts on “Be A Rock Star in The New Wave Marketing Era

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *