Dunia Semakin Kecil. So, What?

Kultwit atau kuliah lewat twitter memang sudah lama populer. Sepertinya serangkaian tweet bersambung yang membahas topik tertentu ini bisa dibilang fenomena khusus di Indonesia. Banyak tokoh dan bahkan admin sosial yang menggunakan teknik ini untuk mengakali pendeknya panjang karakter di Twitter dan sekaligus menggaet follower.

Punya akun yang kultwit-nya sering Anda ikuti? Beri tahu kami semua lewat komentar di bawah.

Ini bisa dimaklumi. Karena biasanya materi yang dibahas di kultwit cukup berbobot. Tidak sekedar asal nge-tweet link atau status. Sayangnya nasib hidup kultwit sependek tweet biasa juga. Terlalu cepat tenggelam tertimpa tweet yang lebih baru dan karena tidak tahu kapan munculnya susah juga dipantau.

orang itu lucu ya, ada blog yg lebih enak buat nulis panjang, tapi milih kultwit alis twit bersambung2.... Bacanya terputus2 juga
Kultwit

Berhubung penasaran dengan efeknya dan biasanya juga ngasih kuliah ke mahasiswa, saya mencoba ber-kultwit. Ini adalah kultwit pertama saya. Topiknya tentang beberapa lessons learned yang saya dapati setelah dalam beberapa kali kesempatan bertemu dan mengadakan meeting dengan orang asing. Sedikit banyak membicarakan etika ber-networking.

Supaya tidak nasib hidupnya pendek, maka saya sajikan kembali di sini.

Btw, kalau Anda bingung milih hadiah apa yang mau diberikan ke lawan meeting. Pilihan bisa dijatuhkan ke coklat. Mudah didapatkan, populer, dan umum. Saya sudah beberapa kali menerima coklat dari lawan meeting yang datang dari beda negara. Bahkan beda benua. Jadi, bisa dijadikan alternatif daripada selalu harus repot menyiapkan sesuatu yang unik atau mencari kerajinan dari negara sendiri.

Sebagai catatan, pada prakteknya supaya kultwit yang didibuat bisa maksimal daya tariknya memang harus diadakan berulang kali dengan materi-materi baru yang segar. Dan idealnya seputar topik yang saling berkaitan.

Oleh karena itu, minggu ini saya akan mencoba bereksperimen lagi. Memberikan kultwit, tetapi berhadiah. Hadiahnya buku Mengingat Segalanya dengan Evernote +ttd supaya yang memantau bisa lebih bersemangat. Yang tertarik mendapatkan buku ini gratis, bisa ikuti timeline twitter @SartikaKurniali dan pantau hashtag #PakaiEvernote.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *